A Re-examination of the Law on Child Marriage Following the Enactment of Law No. 16 of 2019: A Maqasid al-Shari’ah Perspective
- Authors
-
-
Author
-
Author
-
- Keywords:
- child marriage; marriage dispensation; maqasid al-shariah; child protection; Indonesian family law
- Abstract
-
Background Study: Law Number 16 of 2019 sets the minimum marriage age at 19 years while permitting dispensation under Article 7(2) in urgent circumstances. However, the absence of clear substantive criteria risks transforming this exception into a routine practice.
Methods: This normative legal study applies statutory, case, and conceptual approaches. It examines relevant legislation, Constitutional Court Decision Number 22/PUU-XV/2017, Supreme Court Regulation Number 5 of 2019, the Compilation of Islamic Law, a court ruling, and marriage dispensation data from the Religious Courts Agency.
Funding: The study received no specific funding and was independently conducted using publicly available legal materials, literature, and case data.
Contribution: The study argues that the central problem lies not in the 19-year age threshold but in the weak substantive standards for granting dispensation. It reconstructs maqasid al-shari'ah from an explanatory framework into a tiered assessment instrument comprising four elements: qualification of urgent circumstances, assessment of less harmful alternatives, five domains of readiness as evidentiary criteria, and safeguards for the continuity of children's education.
Conclusion: Marriage dispensation remains necessary as an exception but requires clear substantive thresholds to prevent it from becoming a parallel rule. This framework offers a more operational basis for adjudication. Further empirical research should examine more rulings and involve judges, children, parents, and other stakeholders.
- Downloads
-
Download data is not yet available.
- References
-
Alimuddin, Alimuddin, Muhammad Rusydi, dan Abdul Syatar. 2022. “Dispensasi Perkawinan dalam Perspektif Maqasid al-Syari'ah.” Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam 9(2).
Asrori, Achmad. 2019. “Batas Usia Perkawinan Menurut Fukaha dan Penerapannya dalam Undang-Undang Perkawinan di Dunia Islam.” Al-Adalah 12(4):807–820.
Ayu, Fadillah Nurul, dan Kamsi. 2022. “Batas Usia Perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Maqasid al-Syari'ah.” Jurnal Studi Hukum 31(1):48–65. doi:10.33369/jsh.31.1.48-65. DOI: https://doi.org/10.53038/tsyr.v1i1.3
Dwiranti, Ayu, Nurul Hidayah, dan Rahmat Fauzi. 2022. “Dampak Perkawinan Anak terhadap Kesehatan, Pendidikan, dan Ketahanan Keluarga.” Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial 23(2).
Fadhli, Ashabul, Rahmiati, Fitria Rahmi, dan Jefri Ramadhan. 2022. “Politik Hukum Batas Usia Perkawinan dan Dispensasi Kawin di Indonesia.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 20(2):110–127. doi:10.32694/qst.v20i2.1560. DOI: https://doi.org/10.32694/qst.v20i2.1560
Firdausi, Muhammad, Titik Iswahyuni, dan Ahmad Imaduddin. 2024. “Batas Usia Perkawinan Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan dalam Melindungi Kesehatan Reproduksi Remaja Ditinjau dari Maqashid Syariah.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 5(2):1–17. DOI: https://doi.org/10.51675/jaksya.v5i2.919
Fiteriana, Hesti. 2023. “Urgensi Penerapan Batas Usia Perkawinan di Indonesia Perspektif Sadd adz-Dzari'ah dan Maqashid Syari'ah.” Al-Ahwal al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam 4(1):83–100.
Gani, Burhanuddin A., dan Putri Ramadhani. 2021. “Pedoman Hakim dalam Mengadili Permohonan Perkara Dispensasi Kawin Menurut PERMA No. 5 Tahun 2019.” Jurnal El-Hadhanah: Indonesian Journal of Family Law and Islamic Law 1(2):185–204. DOI: https://doi.org/10.22373/hadhanah.v1i2.1624
Hasan, Fahadil Amin Al, dan Deni Kamaludin Yusup. 2021. “Dispensasi Kawin dalam Sistem Hukum Indonesia Menjamin Kepentingan Terbaik Anak melalui Putusan Hakim.” Al-Aḥwāl 14(1):86–98. doi:10.14421/ahwal.2021.14107. DOI: https://doi.org/10.14421/ahwal.2021.14107
Hendrah, dan Nila Sastrawati. 2021. “Usia Perkawinan Perspektif Maqashid Syariah: Analisis terhadap Undang-Undang Perkawinan di Indonesia.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 2(2):543–560. doi:10.24252/shautuna.v2i2.18502. DOI: https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i2.18502
Hermanto, Agus, Habib Ismail, Rahmat, dan Mufid Arsyad. 2021. “Penerapan Batas Usia Pernikahan di Dunia Islam: Review Literature.” At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah 9(2):23–33.
Judiasih, Sonny Dewi, Susilowati Suparto Dajaan, dan Bambang Daru Nugroho. 2020. “Kontradiksi antara Dispensasi Kawin dengan Upaya Meminimalisir Perkawinan Bawah Umur di Indonesia.” Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 3(2):203–222.
Juhaidi, Ahmad, dan Muhammad Umar. 2020. “Pernikahan Dini, Pendidikan, Kesehatan dan Kemiskinan di Indonesia: Masihkah Berkorelasi?” Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 18(1):1–24. DOI: https://doi.org/10.18592/khazanah.v18i1.3585
Karima, Aisyah, Nur Laila Rahma, Abdurrohman Kasdi, dan Lina Nubahai. 2023. “Kepentingan Terbaik Anak Pemohon Dispensasi Pernikahan dalam Penafsiran Hukum oleh Hakim.” Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies 5(2):119–132. doi:10.21154/syakhsiyyah.v5i2.7082. DOI: https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v5i2.7082
Khoiroh, Ikmilul, A. Hirzan Anwari, dan Fitriana Deva Yanti. 2024. “Perbandingan Batas Usia Perkawinan di Negara-Negara Muslim Asia dan Afrika Utara: Kajian Yuridis dan Sosio-Kultural.” Muslim Heritage 9(2):97–111.
Kurniawan, Made Bagus, dan Dinda Refiasari. 2022. “Penafsiran Makna Alasan Sangat Mendesak dalam Penolakan Permohonan Dispensasi Kawin.” Jurnal Yudisial 15(1):83–98. doi:10.29123/jy.v15i1.508. DOI: https://doi.org/10.29123/jy.v15i1.508
Putri, Nur Diah, Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Healthy Achmad. 2022. “Karakteristik Kesehatan Terkait Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan: Fertilitas, Mortalitas dan Kesehatan Reproduksi.” Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat 13(2):242–253. doi:10.22487/preventif.v13i2.401. DOI: https://doi.org/10.22487/preventif.v13i2.401
Rachmatulloh, Muhammad Adib, dan Chamim Syafiuddin. 2022. “Praktik Permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan: Studi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019.” Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam 9(1):1–15. doi:10.24252/al-qadau.v9i1.23752. DOI: https://doi.org/10.24252/al-qadau.v9i1.23752
Riswan. 2022. “Efektivitas Penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.” JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 2(2):132–144. doi:10.36915/jish.v2i2.336. DOI: https://doi.org/10.36915/jish.v2i2.336
Romadhoni, Pratiwi Uly, dan Dina Sakinah Wijaya. 2024. “Pencatatan Pernikahan dan Batas Usia Pernikahan di Negara Muslim: Mesir, Maroko, Tunisia, Yordania, Turkiye, Pakistan, Malaysia, Indonesia.” As-Syar'i: Jurnal Bimbingan dan Konseling Keluarga 6(1):350–369. DOI: https://doi.org/10.47467/as.v6i1.375
Ropei, Ahmad. 2021. “Maqashid Syari'ah dalam Pengaturan Batas Usia Pernikahan di Indonesia.” Asy-Syari'ah 23(1):1–20. doi:10.15575/as.v23i1.10607. DOI: https://doi.org/10.15575/as.v23i1.10607
Sainul, Ahmad. 2024. “Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama: Tinjauan Maqashid Syariah dan Pertimbangan Maslahah-Mafsadah.” Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal al-Syakhsiyyah 7(2):327–341. doi:10.58824/mediasas.v7i2.184. DOI: https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i2.184
Sania, Yori, Charles Simabura, dan Henny Andriani. 2024. “Politik Hukum Batas Minimum Usia Perkawinan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU-XV/2017.” Lareh Law Review 2(1):58–72. doi:10.25077/llr.2.1.58-72.2024. DOI: https://doi.org/10.25077/llr.2.1.58-72.2024
Sholehah, Widiya, dan Luthfi Ubaidillah. 2024. “Analisis Yuridis Terkait Alasan Mendesak dalam Pengajuan Dispensasi Kawin dalam Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.” Indonesian Journal of Law and Justice 2(1):1–6. doi:10.47134/ijlj.v2i1.2949.
Sinabutar, Mei Jayanti, Rani Sari, Tiara Ramadhani, dan Hidayati. 2023. “Perkawinan Anak dan Dinamika Ketahanan Keluarga: Studi pada Aktor Pernikahan Usia Anak di Desa Perondong, Bangka Barat.” Equilibrium: Jurnal Pendidikan 9(3):289–296. DOI: https://doi.org/10.26618/equilibrium.v11i3.10763
Siregar, Hasan Sazali. 2024. “Pengaruh Perkawinan Dini terhadap Pendidikan Anak: Studi Kasus di Desa Widodaren, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal.” MIND: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan 4(1):21–26.
Suci, Ulfa Laila Eka, dan Eny Sulistyaningrum. 2024. “Pengaruh Pendidikan terhadap Pernikahan Anak Perempuan: Evaluasi Dampak Program Bantuan Siswa Miskin di Indonesia.” Jurnal Ekonomi Indonesia 13(2):115–136. doi:10.52813/jei.v13i2.243. DOI: https://doi.org/10.52813/jei.v13i2.243
Tasya, Amelia Faradilla, dan Atik Winanti. 2021. “Dispensasi Perkawinan Anak Setelah Adanya PERMA Nomor 5 Tahun 2019.” Wajah Hukum 5(1):241–249. doi:10.33087/wjh.v5i1.333. DOI: https://doi.org/10.33087/wjh.v5i1.333
Trigiyatno, Ali, Siti Qomariyah, Eko Yuni Aryanto, Salafudin Yusuf, dan Amat Sulaiman. 2022. “Pergeseran Hukum Keluarga di Maroko dari Mudawwanah Tahun 1957-1958 ke Mudawwanah Tahun 2004.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam 25(2):233–247. doi:10.15642/alqanun.2022.25.2.233-247. DOI: https://doi.org/10.15642/alqanun.2022.25.2.233-247
Ulya, Nikmatul, dan Muhammad Rizal Assaiq. 2024. “Dinamika Usia Perkawinan dan Dispensasi Kawin di Indonesia Perspektif Hukum Positif dan Maqashid Syari'ah.” Jurnal Studi Hukum Islam 13(2):269–286.
Yusuf, Muhammad Rifqi. 2022. “Efektivitas Hukum terhadap Pemberlakuan PERMA Nomor 5 Tahun 2019 dalam Mengatasi Perkawinan di Bawah Umur.” Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 4(2):409–418. doi:10.37680/almanhaj.v4i2.1816. DOI: https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.1816
Zagita, Ayu, Elis Fauziah, Farhan Ilhamz, dan Muhammad Jaka S. 2023. “Perkawinan Anak di Desa Peradong: Dampak dan Pola Asuh Anak dalam Keluarga.” Equilibrium: Jurnal Pendidikan 11(1):1–7. doi:10.26618/equilibrium.v11i1.9118. DOI: https://doi.org/10.26618/equilibrium.v11i1.9118
Kitab Maqasid
Ibn ‘Asyur, Muhammad ath-Thahir. 2001. Maqasid asy-Syari‘ah al-Islamiyyah. Amman: Dar an-Nafa’is.
asy-Syathibi, Abu Ishaq. t.t. al-Muwafaqat fi Ushul asy-Syari‘ah. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.
Peraturan Perundang-undangan, Putusan, dan Data Resmi
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Rekapitulasi Data Perkara Dispensasi Kawin Peradilan Agama. Jakarta: Badilag.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2019. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin. Jakarta: Mahkamah Agung.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2022. Penetapan Pengadilan Agama Bima Nomor 756/Pdt.P/2022/PA.Bm, 24 November 2022. Direktori Putusan Mahkamah Agung.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2015. Putusan Nomor 30-74/PUU-XII/2014, 18 Juni 2015. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2018. Putusan Nomor 22/PUU-XV/2017. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.
Republik Indonesia. 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. 1974. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Republik Indonesia. 1991. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Republik Indonesia. 2011. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Republik Indonesia. 2019. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
- Downloads
- Published
- 2025-02-24
- Issue
- Vol. 2 No. 01 (2025)
- Section
- Articles
- License
-
Copyright (c) 2025 Ahmad Fauzan, Edi Subhan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
