Pencegahan Stunting Melalui Pengembangan Kebun Gizi dan Demonstrasi Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal

Authors

  • Mochammad Risqi Yulizar Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Nurul Aslikhatin Nida Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Zahrotu Rahmah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Khofifah Assaumi Trivianti Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Rahma Alfina Maulidia Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Syahidatun Nafilah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Mudhoffar Muchassin Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Tri Aji Buwono Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Jesita Vailina Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Amelia Novitasari Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Ratna Asih Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author
  • Dias Afriani Nabila Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.62446/w370c020

Keywords:

stunting, kebun gizi, Makanan pendamping ASI

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemui di pedesaan, salah satunya di Desa Podo, yang ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi jangka panjang. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu melalui pemanfaatan potensi lokal dan edukasi gizi masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mencegah stunting melalui pengembangan kebun gizi dan demonstrasi pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi (1) pendirian kebun gizi dengan menanam sayuran cepat panen dan tanaman kaya zat gizi seperti bayam, pakcoy, terong, kangkung; (2) pelibatan kader posyandu dan ibu PKK sebagai pengelola kebun; serta (3) pelaksanaan demo pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal, seperti nugget nasi dan sempol nasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung serta pre-test dan post-test kepada peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi pada ibu balita sebesar 35% serta terbentuknya kebun gizi mandiri yang dikelola masyarakat. Dengan demikian, pengembangan kebun gizi dan demo MP-ASI berbasis pangan lokal terbukti efektif sebagai strategi pencegahan stunting sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga di Desa Podo.

References

Astuti, Y., Paek, S. C., Meemon, N., & Marohabutr, T. (2024). Analysis of traditional feeding practices and stunting among children aged 6 to 59 months in Karanganyar District, Central Java Province, Indonesia. BMC Pediatrics, 24, 29. https://doi.org/10.1186/s12887-023-04486-0

Babys, I. Y., Dewi, Y. L. R., & Rahardjo, S. S. (2022). Meta-analysis the effect of complementary feeding practice on stunting in children aged 6-59 months. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.04.10

Fanani Grathima, E., Yunitasari, E., & Indarwati, R. (2024). The impact of complementary food interventions on adolescence stunting prevention: A systematic review. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 9(2). https://doi.org/10.20473/ijchn.v9i2.47246

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hasil utama laporan Rizal Stunting 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Marlinton, S., & Sulistyaningsih, S. (2022). Evaluating the impact of indigenous foods on stunting prevention in rural Indonesian communities. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 9(4). https://doi.org/10.30867/action.v9i4.1924

Nosratabadi, S., Khazami, N., Ben Abdallah, M., Lackner, Z., Band, S. S., Mosavi, A., & Mako, C. (2020). Social capital contributions to food security: A comprehensive literature review. ArXiv Preprint. https://arxiv.org/abs/2012.03606

Nugraheni, D., Nuryanto, Wijayanti , H. S., Panunggal, B., Syauqy, A. (2020). Asi Eksklusif Dan Asupan Energi Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 6 –24 Bulan Di Jawa Tengah. Journal Of Nutrition College, 9(2), 106-113. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i2.27126

Parera, L. A. M., Budiana, I. G. M. N., Neolaka, Y. A. B., Jasman, J., Sarifudin, K., & Dewi, N. W. O. A. C. (2024). Edukasi gizi MP-ASI sebagai alternatif pencegahan stunting. Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara, 3(3), 35–44. https://doi.org/10.58374/jmmn.v3i3.263

Putra, L. R., Herforth, A., Sulser, T. B., & Masters, W. A. (2024). Global analysis reveals persistent shortfalls and regional differences in availability of foods needed for health. ArXiv Preprint. https://arxiv.org/abs/2401.01080

Rahmawati, I., Handayani, L., & Prasetya, R. (2019). Effect of Moringa leaf supplementation on nutritional status of stunted children. Indonesian Journal of Nutrition, 6(1), 55–61.

Schneider, K. R., Christiaensen, L., Webb, P., & Masters, W. A. (2022). Assessing the affordability of nutrient-adequate diets. ArXiv Preprint. https://arxiv.org/abs/2207.07240

Taufikurrahman, T., Ramadhani, C. N., Permatasari, F., Sirlya, V., & Alamsyah, M. B. (2024). Pencegahan stunting melalui edukasi MP-ASI kepada masyarakat Desa Saringembat dalam bentuk inovasi menu makanan menggunakan bahan lokal dan praktik pembuatan MP-ASI kepada ibu balita. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian, 3(1). https://doi.org/10.61132/natural.v3i1.988

Yuniarti, L., & Pratiwi, T. (2021). Acceptability of Moringa-fortified complementary food among toddlers. Jurnal Kesehatan Gizi, 3(1), 13–20.

Downloads

Published

2026-04-01

Issue

Section

Articles