Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos sebagai Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Rumah Tangga
DOI:
https://doi.org/10.62446/t3wmrq76Keywords:
sampah organik, kompos, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, desa berkelanjutanAbstract
Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi isu lingkungan yang semakin kompleks di berbagai wilayah, termasuk desa-desa di Indonesia. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran, menimbulkan bau tidak sedap, serta melepaskan gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis kompos melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Desa ini memiliki karakteristik sosial-ekonomi yang khas, di mana sebagian besar penduduknya berprofesi di sektor konveksi dan UMKM, dengan kebiasaan membuang sampah secara konvensional tanpa pemilahan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, pelatihan pembuatan kompos, hingga evaluasi bersama. Teknologi yang diperkenalkan berupa komposter sederhana berbahan galon plastik yang mudah diduplikasi dan dioperasikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini berhasil menurunkan volume sampah organik rumah tangga hingga rata-rata 1–1,5 kg per hari per rumah tangga. Selain itu, kompos yang dihasilkan dimanfaatkan oleh warga untuk menyuburkan tanaman pekarangan, sehingga turut mendukung ketahanan pangan skala kecil. Dari aspek sosial, kegiatan ini mendorong terbentuknya kesadaran baru di masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Model ini juga memunculkan potensi ekonomi mikro melalui pemanfaatan dan pemasaran kompos. Kesimpulannya, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos tidak hanya efektif mengurangi timbulan sampah rumah tangga, tetapi juga berperan dalam memperkuat partisipasi masyarakat dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat lokal.
References
Ellen MacArthur Foundation. (2020). Towards the Circular Economy: Economic and business rationale for an accelerated transition. Retrieved from https://ellenmacarthurfoundation.org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2022). Laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3.
Nasution, A. M., & Hartati, S. (2021). Analisis efektivitas metode pengomposan sampah organik skala rumah tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 125–134.
Prasetyo, D., & Lestari, Y. D. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di wilayah perdesaan. Jurnal Pengembangan Sosial, 4(1), 35–44.
Sari, P. N., & Wulandari, D. (2019). Studi pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi kompos di Desa Cibeureum, Sukabumi. Jurnal Ilmiah Lingkungan dan Pembangunan, 6(2), 88–96.
Wibowo, S., & Khairunnisa, F. (2021). Evaluasi sistem pengelolaan sampah rumah tangga di daerah semi-urban: Studi kasus Kota Bogor. Jurnal Teknik Lingkungan, 27(1), 59–68.
Yuliana, M., & Nugroho, H. A. (2022). Peran edukasi lingkungan dalam mengubah perilaku warga terhadap pengelolaan sampah organik. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 70–81.
Dussadee, Wattanachira, S., & Somchai, K. (2019). Household-based composting technology for municipal solid waste reduction and organic farming support in Thailand. Journal of Environmental Management, 250-258.
Fitriana, & Putra. (2018). Pelatihan pembuatan kompos skala rumah tangga untuk mengurangi volume sampah organik di Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 45-53.
Handayani, Sari, & Lestari. (2020). Implementasi Takakura Home Method dalam pengolahan sampah dapur rumah tangga di Kota Semarang. Jurnal Teknologi Lingkungan, 10(1), 20-30.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochammad Risqi Yulizar, Nurul Aslikhatin Nida, Zahrotu Rahmah, Khofifah Assaumi Trivianti, Rahma Alfina Maulidia, Syahidatun Nafilah, Hammam Mudhoffar Muchassin, Tri Aji Buwono, Jesita Vailina Maulidia, Ratna Asih, Dias Afriani Nabila (Penulis)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.